Posted by: mudakir fauzi | December 3, 2009

Pengaruh Media Dalam Proses Pembelajaran

Penulis:  SUPARNO

  1. A. PENDAHULUAN

Setiap siswa mempunyai kecenderungan untuk selalu berintegrasi dengan sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Apabila sesuatu itu memberikan rasa senang, bahagia, dan bermanfaat kepada dirinya, kemungkinan ia akan mudah merespon terhadap sesuatu itu.

Dalam hal ini, media yang disampaikan guru merupakan suatu karakteristik efektif yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar, sehingga dapat dilihat langsung hasilnya antara yang memberikan respon positif dan negative terhadap apa yang disampaikan oleh guru.

  1. B. PEMBAHASAN

Pada dasarnya anak belajar melalui benda atau objek kongkrit. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit (riil) sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu dicapai melalui tingkatan-tingkatan belajar yang berbeda-beda, bahkan orang dewasapun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu sering memerlukan visualisasi.

Selanjutnya konsep abstrak seperti diungkapkan oleh Dale (1969),tentang kerucut pengalaman ”pengalaman belajar seseorang 75 % diperoleh melalui indrera pandang (mata), 13 % melalui indera dengar, dan melaui indera lain sekitar 12 %.[1]

Secara teknis, media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain.[2]

Menurut Herman bahwa media adalah segala alat Bantu atau pelengkap yang dapat digunakan untuk mambantu dalam memperlancar, memperjelas menyampaikan konsep, ide, pengertian atau materi pelajaran dalam kegiatan belajar mangajar baik dilakukan diluar ataupun didalam kelas.[3]

Menurut Rochman Natawidjaya media adalah alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru dalam berkomunikasi dengan siswa. Media dapat berupa benda maupun prilaku. Benda dapat berupa benda langsung ,seperti: daun-daunan, bunga, pensil. Dapat juga berupa benda tiruan, seperti: bola dunia,gajah-gajahan,dan dapat juga benda-benda tidak langsung seperti papan tulis, kapur, tape recorder, film dll. Semua itu bukan dimaksudkan untuk mengganti guru mengajar tetapi merupakan pelengkap dan membantu guru dalam mengajar serta membantu siswa dalam efektifitas pembelajaran didalam kelas. Ini berarti bahwa media merupakan peranan yang sangat penting dalam pembelajaran.[4]

Sedangkan menurut Aref S. Sadiman media adalah perantara atau pengantar pesan. Salah satunya diterapkan oleh penerapan dan penggunaan metode serta medi pembelajaran, merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan  untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perhatian dan minat, sehingga terjadi proses belajar mengajar.[5]

Dapat disimpulkan bahwa media adalah sebuah bahasa yang digunakan seorang guru untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan alat bantu agar apa yang disampaikan mudah dicerna dan dipahami dengan baik oleh siswa.

Hamalik mengungkapkan bahwa penggunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pendidikan juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, mengajukan data yag menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memudahkan informasi.

Dalam pemilihan media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a)    Ketepatan dengan tujuan pengajaran

b)   Bahan pengajaran bersifat fakta, prinsip dan mudah dipahami,

c)    Media mudah didapat setidaknya mudah dibuat oleh guru dan biayapun terjangkau dan mudah digunakannya.

d)   Adanya ketermpilan guru dalam menggunakannya

e)    Tersedia waktu untuk menggunakannya.

Dari beberapa kriteria tersebut banyak digunakan oleh guru-guru yakni dengan mempertimbangkan bahan pengajaran yang akan disampaika serta kegiatan-kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Kecocokan terhaap kedua hal itu menjadi pertimbangan apakah suatu media dipilih atau tidak. Dalam hubungan ini berlaku prinsip selection by rejection, guru hanya memilih media pengajaran yamg bermanfaat dan tidak memilih media yang tidak dipakai.

Disamping itu, segi ekonomis dan hambatan-hambatan praktis yang mungkin dihadapi oleh siswa dan guru yang menjadi dasar pertimbangan, faktor lainnya  adalah faktor efektifitas dan komunikasi dalam kaitannya dengan siswa, bahan pengajaran dan tujuan yang hendak dicapai,merupakan dasar pertimbangan yang mempengaruhi pemilihan media pengajaran.

Tentunya setiap media mempunyai karakteristik tersendiri sehingga tingkat keefektifannya terbatas demi mencapai tujuan-tujuan yang akan dicapai. Oleh sebab itu, guru diharuskan untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang multi media.

Dengan menggunakan media secara tepat dan bervariasi akan menimbulkan gairah belajar siswa dan memungkinkan interaksi anak didik dengan guru, sehingga siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya dan minatnya masing-masing.

Seorang guru harus mempunyai strategi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang dimiliki bukan saja untuk mencapai tujuan pembelajaran atau menumbuhkan minat belajar siswa. Tetapi seorang guru yang berkompetensi, cerdas,dan profesional, memiliki seperangkat cara khusus di dalam kelas. Dengan itu, ia akan menjadi guru yang dirindukan kehadirannya di dalam kelas. Kalau demikian halnya seberat apapun materi yang diajarkan akan diminati dan dianggap mudah.

Salah satu bagian dari penentuan strategi adalah penentuan media, media itu sendiri masih harus dikembangkan lagi untuk memenuhi persyaratan sebagai media pengajaran. Dalam pemilihan media, media harus sesuai dengan katakteristik materi yang akan diajarkan, sehingga dengan adanya media mampu membantu mempercepat belajar dengan hasil yang lebih baik. Media harus didukung oleh fasilitas yang ada dan dapat dioperasionalkan dengan baik oleh pemakainya dan media yang dipailih itu hendaknya tidak memberatkan (dilihat dari segi biaya),mudah digunakan, dan dapat dipakai berulang-ulang.

Jadi, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar, guru hendaknya menggunakan media pengajaran, sehingga suasana belajar yang  diciptakan dikelas dapat lebih menarik perhatian siswa, dan guru harus memberikan peluang atau waktu kepada siswa agar dapat berargumentasi atau mengelurkan ide serta wawasan yang dimilikinya.

  1. C. KESIMPULAN

Kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab kepada siswa untuk selalu menerapkan potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan mengajar.

Oleh sebab itu diperlukan tingkat kekreatifan seorang guru untuk dapat menciptakan media yang baik, sehingga apa yang akan disampaikan dapat tersampaikan dengan baik kepada para siswanya, karena cara penyampaian media yang baik dapat menimbulkan kegairahan atau perasaan senang untuk mempelajari apa yang disampaikan guru. Sebaliknya cara penyampaian media yang tidak menarik cenderung akan diabaikan oleh siswa. Sehingga tujuan-tujuan dari pengajaran itu dapat tepat tersampaikan kepada siswa-siswa.


[1].  Azhar Arsyat, Media Pendidikan, (Jakarta:Raja Grafindo Persada,2003), h 9.

[2]. Yudhi Munadi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h 37.

[3].  A.H . Hermana MZ, Alat perga Dan Komunikasi Pendidikan, (Bandung:Medal Agung,1985), h 11.

[4].  Rochman Natawidjaya, Alat Peraga Dan Komunikasi pendidikan, (Jakarta: PT. bunda karya 1977), h 28.

[5].  Arief S. Sadiman, media Pendidikan,( Jakarta: PT,Raja rafindo,1986), h 1.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: