Posted by: mudakir fauzi | December 5, 2009

PROSES PENGEMBANGAN DISIPLIN GURU

Abdul Muti RFpenulis:  Abdul Mu’ti Rizky Fauzi

  1. A. Pengertian Disiplin

Disiplin sangat penting artinya bagi kehidupan manusia, karena itu, ia harus ditanamkan secara terus-menerus agar disiplin menjadi kebiasaan. Orang-orang yang berhasil dalam bidang pekerjaan, umumnya mempunyai kedisiplinan yang tinggi, sebaliknya orang yang gagal umumnya tidak disiplin.

Makna disiplin secara istilah bedrasal dari istilah bahasa inggris yaitu: “dicipline berarti: 1) Tertib, taat atau mengendalikan tingkah laku, penguasaan diri, kendali diri ; 2). Latihan membentuk, meluruskan atau menyempurnakan sesuatu, sebagai kemampuan mental atau karakter moral: 3). Hukuman yang diberikan untuk melatih memperbaiki: 4). Kumpulan atau sistem peraturan-peraturan bagi tingkah laku:[1]

Dengan demikian maka disiplin dapat diartikan sebagai suatu kepatuhan dan ketaatan yang muncul karena adanya kesadaran dan dorongan yang terjadi dalam diri orang itu.

Menurut IG Wursanto dalam buku Dasar-Dasar Manajemen Personalia merumuskan “Disiplin merupakan suatu bentuk ketaatan dan pengendalian diri yang rasional, sadar penuh, tidak memaksakan perasaan sehingga tidak emosional”.[2]

Jadi, disiplin merupakan sutau proses latihan dan belajar untuk meningkatkan kemampuan dalam bertindak, berfikir dan bekerja yang aktif dan kreatif. Disiplin juga merupakan suatukepatuhan dari orang-orang dalam suatu organisasi terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan sehingga menimbulkan keadaan tertib.

Demikian juga pendapat searah dilontarkan oleh A.Tabrani Rusyan, dkk. Yang menyatakan bahwa disiplim adalah:” suatu perbuatan yang mentaati, mematuhi tertib akan aturan, norma dan kaidah-kaidah yang berlaku baik dimasyarakat maupun ditempat kerja”.[3]

Sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

ياأيّها الذين أمَنُوا أطيْعُوا الله و أطيعوا الرّسول وأولي الأمر منكم

Artinya: “ Hai oarang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-RasulNya, dan Ulil Amri di antara kamu…”(QS. An-Nissa:59).[4]

Apa yang diterangkan dalam ayat tersebut diperjelas lagi dalam hadist yang berbunyi:

Artinya: “ Dari ibnu Umar Ra dari Nabi SAW, berkata: Seorang muslim wajib mendengarkan dan taat pada perintah yang disukainya maupun tidak, kecuali bila ia diperintah mengerjakan kemasiatan maka ia wajib mendengar dan taat”.(HR. Mutafaqa’laihi).[5]

Berdasarkan pernyataan tersebut kiranya jelas bahwa disiplin adalah sutau keadaan, dimana sesuatu itu berada dalam keadaan tertib, teratur dan semestinya, serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung, selama peraturan-peraturan itu tidak melanggar norma-norma agama.

Menurut Emile Durkheim disiplin tidak dipandang sebagai paksaan semata, sekurang-kurangya karena dua alasan. Pertama ia menetapkan memberi cara-cara respons yang pantas, tanpa mana tatanan dan kehidupan yang terorganisasi tidak mungkin. Ia membebaskan kita dari keharusan setiuap saat menyusun cara pemecahan. Kedua, ia memberi jawaban kepada kabutuhan individu akan pengekangan, yang mungkin si individu mencapai, secara berturut-turut, tujuan-tujuan tertentu. Tanpa pembatasan seperti itu, ia tak bisa tidak akan menderita karena frustasi dan kecewa sebagai akibat dari keinginan yang tidak ada batasnya.[6]

Berkaitan dengan konsep di atas, Tulus Tu’u menguraikan tentang konsep disiplin tersebut sebagai berikut:

  1. Disiplin Otoritarian

Disiplin ini adalah pengendalian tingkah laku seseorang. Orang yang berada dalam lingkungan disiplin ini diminta mematuhi dan mentaati peraturan yang telah disusun dan barlaku dan berlaku di tempat itu.

  1. Disiplin Permissive

Dalam disiplin ini seseorang dibiarakan bertindak menurut keinginannya dan dibebaskan untuk mengambil keputusan sendiri dan bertindak sesuai dengan keputusan yang di ambilnya, serta barakibat pelanggaran norma atau aturan yang berlaku dan tidak diberi sanksi.

  1. Disiplin Demokratis

Disiplin demokratis ini berusaha mengembangkan disiplin yang muncul atas kesadaran diri sehingga seseorang dapat memiliki disiplin diri yang kuat dan mantap.[7]

Menurut Ali Imron disiplin guru adalah:”suatu keadaan tertib da teratur yang dimiliki oleh guru dalam bekerjka di sekolah, tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap dirinya, teman sejawatnya, dan terhadap sekolah secara keseluruhan”.[8]

Sebagian besart guruy di Indonesia adalah Pegawai Negeri Sipil. Oleh karena mereka adalah Pegawai Negeri Sipil, maka ia wajib menjalankan disiplin sebabagaimana peraturang perundang-undangan yang berlaku, salah satu peraturan antara lain adalah peraturan pemerintah No 30 Tahun 1980, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil antara lain:

  1. Peraturan Disiplin pegawai Negeri Sipil adalah peraturan yang mengatur kewajiban, larangan dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar.
  2. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan atau perbuatan pegawai negeri sipil yang melanggar ketentuan peraturan disiplin Pegawai Negeri sipil, baik yang dilakukan diu dalam maupun di luar jam kerja.
  3. Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan krpada Pegawai Negeri Sipil karena melanggar peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil.
  4. Pejabat yang berwenang menghukum adalah pejabat yang diberi wewenang menjatuhkan hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil.[9]

Pengertian Guru

Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberi ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orng yang melaksanakan pendidikan di tempat tertentu, tidfak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau atau mushalla di rumah, dan sebaganiya.

Guru menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Kewibawaanlah yang membuat guru dihormati, sehingga masyarakat tidak meragukan figur guru. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak didik mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia.

Guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas, dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam profesei tugas kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan. Tugas guru dalam profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnoplogi. Sedfangkan melatih mengembangkan ketrampilan-keterampilan pada siswa.[10]

Syaiful bahri Djamarah mengatakan “ di bidang kemasyarakatan merupakan tugas guru yang juga tidak kalah pentingnya. Pada bidang ini mempunya tugas mendidik dan masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang bermoral pancasila. Memang tidak dapat dipungkiri bila guru mendidik anak didik anak didik sama halnya guru mencerdaskan bangsa Indonesia”.[11]

Keberhasilan melaksanakan KBK(Kurikulum Berbasis Kompetensi) saat tergantung pada guru. Mengapa demikian? Sebab guru merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran. Bagaimanapun sempurnanya sebuah kurikulum tanpa didukung oleh kemampuan guru, maka kurikulum itu hanya sesuatu yang tertulis yang tidak memiliki makna. Oleh karena itulah, guru memilki peran yang sangat penting dalam proses implementasi kurikulum.[12]

Dalam pengajaran guru pun memiliki peran, antara lain:

  1. Organisasi kegiatan belajar mengajar
  2. Sumber informasi (nara smber) bagi siswa.
  3. Motivasi bagi siswa umtuk belajar
  4. Penyediaan materi dan kesempatan belajar bagi siswa
  5. Pembimbing, kegiatan belajar bagi siswa.[13]
  6. B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan Guru

Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya disiplin seperti yang di kemukakan oleh IG Wursanto yaitu, meliputi Faktor Kpemimpinan, faktor Kebutuhan, Faktor Pengawasan. Dan disini akan menjelaskan ketiga faktor diatas.

  1. Faktor Kepemimpinan

Kepemimpoinan adalah mengarahkan, membimbing, mempengaruhi atau mengawasi pikiran, perasaan atau tindakan dari tingkah laku orang lain.

  1. Faktor Kebutuhan

Pegawai tidak hanya menuntut terpenuhinya kebutuhan ekonomis, tetapi kebutuhan sosial dan psikologis perlu diperhatikan pula.

  1. Faktor Pengawasan

Faktor pengawasan atau controlling sangat penting dalam usaha mendapatkan disiplin kerja yang tinggi.

Untuk menegakkan disiplin kerja guru perlu dilaksanakan pengawasan yang sifatnya membantu setiap personil agar selalu melaksanakan kegiatannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.[14]

Sedangkan menurut Suroso mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi di siplin guru antara lain: moril semangat kerja pegawai, klesejahteraan pegawai, dengan suasana kerja yang harmonis.

  1. Moril atau semangat pegawai kerja

Seorang pegawai akan patuh terhadap disiplin kerja yang telah di sepakati apabila moril atau semangat kerja mereka tinggi. Sebaliknya apabila seorang pegawai mempunyai moril yang rendah maka ia akan berbuat tidak sesuai dengan peraturan yang di sepakati.

  1. Kesejahteraan Pegawai

Kesejahteraan adalah keinginan tetap setiap manusia, kesejahteraan selalu dikaitkan dengan terpenuhinya segala kebutuhan. Untuk kesejahteraan pegwai wajib memberikan intensif finansial sebagai imbalan jasa yang telah mereka berikan kepada perusahaan.

  1. Suasana kerja yang harmonis

Suasana kerja yang harmonis ditandai dengan komunikasi yang lancar, pentilasi yang cukup, letak peralatan yang teratur, yang dapat membantu pegawai berbuat disiplin.[15]

Berbeda dengan pendapat Tulus Tu’u, mengemukakan bahwa ada empat hal yang dapat mempengaruhi dan membentuk disiplin seseorang di antaranya:

Mengikuti dan menaati peraturan, kesadaran diri, alat pendidikan, hukuman. Keempat faktor ini merupakan faktor dominan yang mempengaruhi dan membentuk disiplin dengan alasan sebagai berikut:

  1. Kesadaran diri sebagai pemahaman diri bahwa disiplin dianggap penting  bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Selain itu, kesadaran diri menjadi motif yang sangat kuat terwujudnya disiplin.
  2. Pengikutan dan ketaatan sebagai langkah penerapan dan praktek atas peratuiran-peraturan yang mengatur perilaku individunya. Tekanan dari luara dirinya sebagai upaya mendorong, menekan dan memaksa agar disiplin diterapkan dalam diri seseorang sehingga peraturan-peraturan diikuti dan dipraktekkan.
  3. Alat pendidikan untuk mempengaruhi, mengubah, membina dan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang di tentukan atau diajarkan.



[1] Tulus Tu’u,Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa (Jakarta PT.Gramedia Widia Sarana Indonesia 2004)H.31.

[2] IG Wursanto, Dasar-Dasar Manajemen Personalia,(Jakarta, Pustaka Dian) Cet 2 1988, h.146

[3] A.Tabrani dkk, Upaya Meningkatkan Budaya Kiherja Guru Sekolah Dasar, (Inti Media Cipta Nusantara, 2001).Cet. Ke2, h.54

[4] Departemen Agama, Al Qur’an Dan Terjemahnya, (Surat An-Nissa yat:59), h.128

[5] Imam Nawawi, Terjemahan Riyadus Sholihin, Jilid I, (Jakarta: Pustaka Amani, 1999), h.611

[6] Emile Durkheim, Pendidikan Moral Suatu Studi dan Aplikasi Sosiologa Pendidikan, (Jakarta:Erlangga, 1961), h.xi

[7] Tulus Tu’u, Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa (Jakarta PT.Gramedia Widia Sarana Indonesia 2004), h.44

[8]Ali Imron, Pembinaan Guru di Indonesia, (Surabaya:Kartika,1997), h.310.

[9] Peraturan Pemerintahan No.10 Tahun 1980 Tentang Disiplin Pegawai Negara sipil

[10] Moh.Uzet Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung:Remaja Rosdakarya,1995), h.6-7.

[11] Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan anak Didik Dalam Interaksi edukatif, (Jakarta:Rineka Cipta, 2000), h.31-39

[12] Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum

Berbasis Kompetensi, (Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2006), h.13

[13] Ahmad sabri, Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), h.107

[14] Suroso, peranan Kepala sekolah Terhadap disiplin Kerja guru, “(Jakarta : lembaga penelitian IKIP.1991), h.55

[15] IG Wursanto, Dasar-Dasar Manajemen Personalia, (Jakarta: Pustaka Dian)Cet2, 1988, h.151

About these ads

Responses

  1. Maaf, saat ini saya sedang menyusun skripsi, dan membutuhkan referensi anda yg nomor 1. klo boleh tahu ciri2 buku tsb apa saja ? (covernya warna apa) soalnya saya cari2 di tiko buku & di internet ga dapet2. klo boleh tlg kirim gambar cover bukunya ke email saya : kartikadewi2005@yahoo.com

    terimakasih sebelumnya.

  2. terimakasih banyak atas bantuan bpak,,, yang telah memaparkan pengertian disiplin guru….
    mudah2han ini bermamfaat bagi orang lain,,, amin

  3. pak maaf sebelumnya. saya sedang butuh buku yg ada d referensi bapak. kalau boleh tau, buku itu adanya dimana ya?
    kirim saja ke email saya
    risni.adriani@yahoo.com

  4. pak maaf sebelumnya. saya sedang butuh buku yg ada d referensi bapak. bukunya tentang: Emile Durkheim, Pendidikan Moral Suatu Studi dan Aplikasi Sosiologa Pendidikan, (Jakarta:Erlangga, 1961)
    Tulus Tu’u, Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa (Jakarta PT.Gramedia Widia Sarana Indonesia 2004)
    kirim saja ke email saya; mr.zhue@gmail.com

  5. Tulisannya singkat tapi padat. bagus sekali dan bermanfaat bagi kami


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: