Posted by: mudakir fauzi | January 14, 2009

Character Building

ALLAHU AKBAR

Nama : Syarifuddin

NIM : 108011000084

kelas : 1c

Jurusan PAI/FITK

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Assalamu’alaikum.Wr.Wb

TUGAS UAS CHARACTER BUILDING GURU PAI

Disini saya akan mencoba memaparkan kegiatan-kegiatan yang saya jalankan dimana saya paparkan secara deskriptif dalam rangka memenuhi tugas UAS dalam bidang study CHARACTER BUILDING GURU PAI.

1.TAQWA

Taqwa secara etimologi yaitu takut, hati-hati, ingat, mawas diri, dan waspada. Sedangkan secara terminologi yaitu menjalankan segala perintah Allah dan menjahui segala larangannya dan ada juga yangnmengatakan bahwa taqwa adalah membuat prisai dari azab Allah, dengan maksud bahwa ketika seseorang sudah bertaqwa kepada Allah SWT maka ia akan senantiasa membentengi atau memprisai dirinya dari segala perbuatan-perbuatan yang berbau maksiat yang akan menjerumuskan menuju azab Allah SWT yang begitu amat pedih.

Adapun cici orang yang bertaqwa diantaranya yaitu:

1.apabila disebut Allah maka hatinya bergetar

2.apabila dibacakan ayat Allah maka bertambah imannya

3.senantiasa mnjalankan kewajibannya kepada Allah selaku hambanya dan masih banyak lagi ciri-ciri lainnya.

Selain itu, orang yang bertaqwa akan senantiasa memiliki sipat yang namanya tawadhu’ (tidak sombong) bersifat Qonaah (menerima apa adanya dengan penuh rasa keikhlasanakan apa-apa yang diberikan Allah kepadanya, dan senanatiasa bersifat waro’ yakni menjaga dirinya dari perkara-perkara yang subhat terlebih lagi yang haram serta senatisa yakin akan adanya Allah yang senantiasa mengawasinya.

Program-program yang dijalankan dalam rangka meningkatkan ketaqwaan

“Keadaan-keadaan sebelumnya”

1. kurang disiplin dalam mendirikan shalat kima waktu tepat pada waktunya

2. Jarang menjalankan shalat berjamaah

3. Kurang rajin dalam mendirikan shalat sunnah dhuha

4. Membaca Al-Qur’an setelah ba’da magrib

“Sesudahnya”

‘Mungkin kata yang pertama kali saya ucapkan adalah kata Alhamdulillah, karena dengan adanya tugas dan materi-materi yang telah ibu berikan itu amat dan sangat berguna sekali dalam proses pembentukan ketaqwaan ini, Alhamdulillah Ibu… Program tugas yang dilaksanakan selama empat minggu yang dicakup dalam laporan ini dapat saya laksanaakan meskipun masih belum maksimal. Mungkin untuk penjabarannya akan dijelaskan dibawah ini.”

1. Lalai didalam mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya

Selama empat minggu saya berusaha untuk terus brubah menjadi lebih baik dan lebih baik, yang semua itu didasari akan kesadaran mengenai pentingnya berubah untuk menjadi lebih baik serta bekal ilmu yang telah ibu berikan, tetapi yang namanya keimanan seseorang itu senantiasa bersifat “bertambah dan berkurang” disaat berkurangnya iman inilah yang menjadikan kemerosotan atau penurunan dalam keefektifan pelaksanaan tugas ini. Tapi Alhamdulillah Ibu program ini 85% dapat saya jalankan secara baik meskipun semaksimal mungkin terlaksana.

2. Jarang menjalankan shalat berjamaah

Alhamdulillah Ibu…. kejelekan yang saya miliki ini lamaa kelama saya hampir bisa menghilangkannya dari dakam diri saya, saya tanamkan didalam diri saya “Insya Allah, selama saya masih bisa untuk menjalankan shalat secara berjamaah maka saya akan berjamaah”. Tapi disipun ada kendalanya, terutama faktor kegiatan sehari-hari sehingga saya hanya bisa mlaksanakan shalat berjamaah pada waktu tertentu saja, seperti shalat magrib, isya, dan subuh saja, selebihnya terbatasi dengan kegiatan-kegiatan keseharian yang menjadikan saya tenggelam didalamnya. Alhamdulillah Ibu… untuk kegiatan ini 80% apat saya jalankan selama empat minggu.

3. jarang dalam melaksanakan dalam shalat sunnah dhuha

Pada program ini Alhamdulillah 75% dapat saya laksanakan, pada minggu pertama dan kedua saya sanat jarang melaksanakannya tapi pada minggu ketiga dan keempat Alhamdulillah ibu saya berusaha untuk tidak meninggalkannya. Adapun kendalanya itu sama cengan program yang pertama.

4. Membaca Al-Qur’an setelah ba’da magrib

Alhamdulillah Ibu untuk program yang satu senantiasa saya dawmkan atau senantiasa saya biasaka untuk membaca Al-Qur’an ba’da magrib. Meskipun sedikit pernah saya lewatkan atau saya abaikan. Tapi untuk ini Insya Allah dan Alhamdulillah 90% saya laksanakan sebisa mungkin terlebih pama masa berjalanya tugas program yang ibu berikan, dan alhmdulillah pula ini semua senantiasa saya jalankan sampai sekarang dan mudah-mudahan akan terus berjalan sampai nanti tiada henti.

2. KEMATANGAN KEPRIBADIAN

Adapaun pengertian kepribadian menurut bebrapa tokoh, diantaranya:

  • Gordon W. Allport, kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psikopisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri dalam lilngkungannya.
  • Scheneider mengatakan bahwa kata kunci kepribadian adalah penyesuaian diri, yang diartikan sebagai suatu responindividu baik bersifat behavioral mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, prustasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan-pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan {norma} lingkungan.

Kriteria kepribadian yang matang

a. memiliki perluasan perasaan diri

b. adanya kesamaan emosional

c. pemahaman diri, dll.

Adapun cara-cara menggapai kepribadian yaitu:

1. mengenali fisik

2. mengenal kepribadian

3. mengenal bakat

Program kegiatan dalam rangka meningkatkan mutu kepribadianyang baik

{Keadaan sebelumnya}

  1. Kurang berhati-hati ketika berucap
  2. Kuarang bertanggung jawab
  3. Lalai
  4. Kurang pecaya diri

{Sesudahnya}

1. Kurang berhati-hati ketika berucap

Alhamdulillah, dari sini saya mendapatkan pelajaran yang sngat berarti bagi diri saya pribadi mengenai betapa pentingnya menjaga lidah, dan sayapun alhamdulillah sedikit demi, sedikit saya akan senantiasa menghilangkan kebiasaan buruk ini, setelah saya menjalani program ini dari minggu pertama yang berlanjut ke minggu kedua serta menyambung kembali ke minggu ketiga, sedikit demi sedikit ini sangat memberikan dampak yang baik bagi saya khususnya ketika didalam suatu pergaulan.

2. Kuarang bertanggung jawab

Tiga minggu sudah saja jalani dengan membiasakan diri saya untuk senantiasa bertanggung jawab, pada minggu pertama saya akui memang cukup sulit untuk membiasakan seperti itu, tapi saya pernah mendengar suatu ucapan yang berbunyi “Orang itu bisa kerna biasa” dari situ saya pun berfikir dan berusaha untuk bisa menjadi orang yang bertanggung jawab. Dan Alhamdulillah, sekarang saya berusaha untuk mendawamkamn sikap ini karena sya yakin dan aysa mengetahui sikap ini merupakan salah satu sikap yang akan membimbing dan mengarahkan saya kearah yang lebih baik.

3. Lalai

Sikap ini pada minggu pertama atau pada sebelumnya serng sekali melekat didalam diri saya dan hampir pada setiap perbuatan yang akan saya lakukan dalam artian saya suka menunda-nunda perbuatan, dan saya sadar ternyata ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kepribadian saya, oleh sebab itu munculah dorongan dari dalam hati saya bahwa “saya harus berubah”. Dari sinilah selama tiga minggu tersebut saya berusaha keras untuk membuang jauh-jauh sikap ini dari diri saya dan Alhamdulillah sekarang saya sedikit lebih disiplin dari sebelumnya dan masih berusaha untuk menjadi orang yang benar-benar disiplin dalam segala hal. Meskipun terkadang sikap ini terkadang suka muncul, Tapi saya akan berusaha untuk menghilangkanya.

4. Kurang percaya diri

Alhamdulilllah untuk kepercayaan diri ini saya sudah melaksanakan kurang lebih 90%, saya berusaha untuk tampil didepan dengan apa yang saya punya sekarang, meskipun saya sadari bahwa apa yang saya punya sekarang masih belum cukup. Meskipun program ini direncankan untuk tiga minggu tapi insya Allah saya membiasakannya lebih dari itu. Karena saya mengetahui ada manfaat yang besar dibalik ini.

3. KEMATANGAN INTELEKTUAL

Adapun pengertian intelektual menurut para tokoh, diantaranya:

*George A. Theodorson

Intelektual adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri kepada pengembangan gagasan orisinal dan terlibat dalam usaha-usaha intelektual kreatif.

*Edward Shils

Intelektual adalah arang yang terpilih dalam masyarakat yang sering menggunakan symbol-symbol bersifat umum dan rujukan abstrak tentang manusia, masyarakat.

*Lewis Coser

Intelektual atau cendikiawan adalah orang-orang yang kelihatannya tidak pernah puas menerima kenyataan sebagaimana adanya.

Kemampuan intektual dapat ditingkatkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang mengandung nilai-nilai pengetahuan, diantaranya dengan rajin-rajin membaca, aktif dalam forum diskusi, sering mengikuti kajian-kajian, seminar, dan lain sebagainya.

[]Program-program yang dijalankan dalam rangka mencapai kematangan intelektual

<Keadaan sebelumnya>

1. Malas membaca

2. Malas dalam mengikuti seminar

3. Fakum dalam berdiskusi

4. Jarang mempraktekkan bahasa asing

5. Sering merasa jenuh dan malas berfikir

<Keadaan sesudahnya>

1. Malas membaca

Dua minggu telah berlalu dan dua minggu itu pula berlalunya akhir program didalam memantapkan keintelektualan, Alhamdulillah untuk menggapai itu aya berusaha untuk mendawamkan membaca khususnya bacaan-bacaan yang bernuansa ilmu keagamaan, karena saya tertarik dengan bacaan seperti demikian, kegiatan membaca ini saya lakukan ketika ada jam-jam luang yang saya miliki dalam kesharian saya, dan waktu inipun tidak banyak karena cukup padatnya kegiatan-kegiatan yang berlangsung di pondok pesantren seperti pengajian-pengajian dan lain sebagainya. Kegiatan membaca ini pula dapat berlangsung secara baik ketika adanya semangat yang berkobar didalam diri saya mengenai ungkapan “Beapa pentingnya membaca” dan motivasi-motivasi lain yang senantiasa mendorong saya untukterus maju untuk menggapai masa depan yang baik. Tetapi kegiatan membaca ini juga bisa menjadi kegiatan yang amat merosot dalam keseharian saya karena hawa nafsu yang membujuk diri untuk berbuat malas. Tapi Alhamdulillah, kegiatan ini saya bisa laksanakan secara cukup baik meskipun belum secara maksimal.

2. Kegitan mengikuti seminar

Alhamdulillah, wawasan dan ilmu pengetahuan itu yang pertama kali terlints dalam pikiran saya ketika diucapkan kata “seminar”. Sebelumnya saya berfikir bahwa seminar itu merupakan sesuatu yang membosankan, menjenuhkan dan lin sebagainya. Tetapi setelah saya mengikutinya barulah saya menyadari bahwa seminar itu tiadak seperti itu. Selain itu dalam kegitan ini saya bisa laksanaan dengan baik dengan mencoba untuk berperan aktif sebagai peserta seminar. Dan alhamdulillah, saya pernah mendapatkan penghargaan dari PT. LION sebagai peserta seminar terbaik yang diadakan olehnya di pesantren yang saya tempati. Selain itupula saya sering mengikuti seminar-semianar yang diadakan di pesantren saya maupun undangan seminar dari luar untuk pesantren.

3. Kefakuman dalam berdiskusi

Alhamdulillah pula selama dua yang telah berlalu, untuk, saya senantiasa berusaha untuk mencoba untuk aktif dalam berdiskusi dari yang awalnya malu-malu,dan kurang percaya diri sekarang saya berusaha utuk menghilangkan itu semua. Membuang rasa malu dan tidak percaya diri inilah yang sedang saya usahakan sekarang.

4. Jarang mempraktekkan bahasa asing

Saya akui Ibu… untuk yang satu ini amat dn sangat sulit untuk menjalankannya sehingga dalam dua minggu tersebut sya jarang sekali mempraktekkannya. Dikarenakan faktor lingkungan dan tingkat kesadaran saya dan orang saya ajak berbicara itu minim ntuk mengamalkannya. bahasa disini khususnya bahasa arab, “malas” inilah yang saya rasakan dalam mempraktekkannya. Tapi sekarang saya berusaha untuk senantiasa untuk mempraktikkannya khusunya pada hari-hari wajib berbahasa meskipun sampai sat ini masih minim, bisa dikatakan untuk program ini saya baru menjalankanya sekitar 30%.

5. Jenuh dan malas berfikir

dulu ini sering membayang-bayangi saya tetapi saya berusaha untuk menghapus bayang-bayang tersebut dari keseharian saya. Pada minggu pertma ketika pertama kali program ini dimulai sedikit sekali yang saya bisa hilangkan dari sifat malas ini, tapi pada minggu kedua dari tugas ni saya mencoba betapa ruginya saya jika saya tidak merubah diri saya dari sekang. Sekarang saya sedikit sadar mengenai betapa ruginya ketika kita memelihara sifat yanga disebut dengan yang namanya malas dan jenuh. ketika saya menemui perkara demikian saya berusaha untuk mencari solusinya dengan cara memikirkan “apa yang terbaik untuk saya?” ini kadang-kadang yang memotivasi saya.

4. KEMATANGAN BERSOSIALISASI

Didalam menggapai suatu kematangan bersosialisasi perlu adanya proses sosialisasi yang baik, diantaranya belajar berprilaku yang dapat diterima secara sosial, memainkan peran sosial yang dapat diterima, perkembangan sikap sosial.

Kematangan bersosialisasi perlu dicapai, diantaranya dengan senantiasa berusaha untuk memahami orang lain, peduli dengan orang lain, memiliki rasa tolong menolong kepada sesama, punya rasa toleßansi, dan lain sebagainya.

[] Program-program yang dijalankan dalam rangka menggapai kematangan bersosialisasi

~sebelumnya~

1. Suka iri dengan orang lain

2. Kurang sopan dalam bertutur kata

3. Kurang dalam bekerja sama

4. Kurang menaati peraturan

~sesudahnya~

1. Rasa iri

Sekarang saya sadar bahwa rasa iri itu merupakan perkara yang tidak baik yang amat dan sangat tidak baik, dan sayapun sekarang sadar serta mengetahui bahwa rasa iri kita terhadap orang lain itu dapat menjauhkan serta mengahapus rasa atau hubungan sosial kita kepada orang lain. dan Alhamdulillah serta Insya Allah sifat tersebut akan senantiasa sya hapus sedikit demi sedikit dari dalam diri saya.

2. Kurang sopan dalam berucap

inilah yang sekarang sedang saya jaga, karena saya sudah mengetahui bahwasannya perkataan yang kurang baik yang berasal dari lidah itu mudah sekali membuat luka yang begitu mendalam didalam hati seseorang, yang mana dari situ dapat menjadikan hancurnya hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Kurang dalam bekerja sama

Inilah yang sampai sekarang yang mendaging dalam diri saya, dan sekarang saya berusaha menghilangkannya dari diri saya, sedikit demi sedikit. ya… sedikit..demi sedikit…

saya masih belum mengetahui obat apa yang pasti dapat menghapus penyakit ini…

4. Kurang mentaati peraturan

“Kadang-kadang” mungkin ini ungkapan yang cukup tepat untuk perkara ini, tadinya saya sering melakukan yang demikian ini. tai sekarang saya sadar, bahwa perbuatan ini akan memberikan dampak yang tidak baik kepada saya, dan alhamdulillah sekarang saya berusaha untuk senantiasa taat terhadap peraturan-peraturan yang pastinya peraturan tersebut akan mengarahkan saya kearah yang lebih baik.

~KESIMPULAN~

Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan-kegiatan ini merupakan salah satu motivasi atau salah satu faktor penggerak didalam diri saya agar senantiasa berusaha untuk mencari dan menentukan mana yang terbik bagi saya, khususnya untuk menghadapi masa depan yang panjang nanti, dan mudah-mudah semua tugas ini bukan hanya sekedar tugas mata kuliah yang saya terima dari Ibu melainkan juga benar-benar melekat didalam diri saya dalam rangka menciptakan kepribadian yang baik, yang berjiwa intelektual yang tinggi, dan mampu menjadi saya insan yang bertaqwa serta memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Serta mudah-mudahan pula ini bisa berlangsung dengan tanpa terikat dengan waktu, dalam artian dapat saya amalkan didalam setiap kesehariannya. Dan saya yakin “manfaat serta mengarahkan kearah yang lebih baik” inilah salah satu hikmah dari ini.

“Bimbingan dan arahan” inilah yang senantiasa saya harapkan dari Ibu. Semoga Allah senantiasa menetapakan hati Ibu untuk senantiasa istiqamah dan sabar didalam membimbing kani semua selaku murid-murid Ibu. “Rasa terima kasih” hanya baru ini yang baru bisa kami berikan.

“MOHON MAAF”

ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘ALAMIN

Wassalamu ‘alaikum.Wr.Wb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: