Posted by: mudakir fauzi | December 3, 2009

PENTINGNYA SAINS DAN TEKNOLOGI BAGI GURU AGAMA

Penulis:  Syukur Yakub

Di zaman modern yang serba canggih sekarang ini, Sains dan teknologi sangatlah penting bagi guru agama karena isu-isu masa depan berkaitan erat dan sangat ditentukan oleh teknologi dan pemunculan sains baru. Dampak teknologi dan sains ini terhadap pengembangan sumber daya manusia terutama disektor pendidikan mendatang akan sangat dirasakan. Masa depan manusia sangat ditandai dengan peningkatan lajunya pembaharuan di bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi.[1] Dan selain itu juga sains dan teknologi berfungsi untuk menjembatani agama, dan untuk mengisi dan menguatkan agama. Di samping itu pula, sain dan teknologi memperkaya nilai-nilai kemanusiaan dan menciptakan kemaslahatan manusia. dan selain itu pula dapat mempermudah guru dalam proses belajar mengajar. Maka dari itu perlu sekali bagi guru agama memiliki Sains Dan Teknologi dalam mengajar.

Apabila guru agama hanya menguasai agama saja maka tidak menutup kemungkinan ia akan mengalami kemunduran atau tidak berkembang. Untuk mengatasi kemunduran tersebut maka guru agama harus menguasai sains dan teknologi.

Sebagai contoh: krisis lingkungan tengah terjadi, degradasi lingkungan sedang dirasakan semakain buruk, pembakaran hutan, pemanasan global, kekeringan yang berkepanjangan dan sebainya.

Untuk mengatasi hal ini maka peran guru agama sangat penting untuk menjelaskan masalah lingkungan yang dikaitkan dengan agama. Inisiatif agama sangat diperlukan untuk mengurangi kerusakan tersebut dengan cara yang lembut yaitu Pendekatan Religius. (Mary Evlyn Tucker).

Prof Mary Evlyn Tucker guru besar agama dari Bucknel University pelopor forum agama dan lingkungan, dan membawa diskursus ini dalam berbagai kegiatan tingkat Internasional hingga lokal untuk menghimbau agama-agama terlibat dalam menyelamatkan bumi. Sains dan Teknologi memang diperlukan, tapi itu saja tidak cukup, kita memerlukan agama untuk terlibat dalam keluar dari krisis lingkungan.

Agama menurut Evlyn, mempunyai 5 resep dasar untuk menyelamatkan lingkungan dengan 5R.

1)      Refference atau keyakinan yang dapat diperoleh dari teks (kitab-kitab suci) dan kepercayaan yang mereka miliki masing-masing.

2)      Respect Penghargaan kepada semua makhluk yang diajarkan oleh agama sebagai makhluk Tuhan.

3)      Restrain kemampuan untuk mengelola dan mengontrol sesuatu supaya penggunaannya tidak mubazir.

4)      Redistribution kemampuan untuk menyebarkan kekayaan, kegembiraan dan kebersamaan melalui langkah dermawan, misalnya zakat, infaq dan sebagainya dalam ajaran Islam.

5)      Responsibility bersikap bertanggung jawab dalam merawat kondisi lingkungan dan alam.[2]

Dalam hal ini, ajaran Islam juga ikut kuat mendorong dan menuntun perkembangan sains dan teknologi. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi ini, tetapi tetap memikul tugas pokok sebagai hamba Allah yang wajib beribadah kepada-Nya. Artinya, bahwa segala dan macam hasil sains dan eksplorasi alam itu tetap dalam rangka untuk mendekatkan diri dan bertakwa kepada Allah, sehingga hasil dari seluruh pencapaian itu tidak kehilangan nilai transendensinya terhadap Tuhan, sebab untuk mengingatkan manusia bahwa apa-apa yang dilakukan dan yang dicapainya itu semata-mata karena pemberian dan izin dari Allah SWT.[3]

Dan salah satu contoh lain yang dapat diambil dari manfaat sains dan teknologi bagi seorang guru agama yaitu dalam penggunaan multi media dalam pengajaran. Ketika mau mengajar, guru agama bisa memperkaya materinya dengan bahan-bahan yang ada dilingkungannya. Selain itu ia juga bisa memanfaatkan internet untuk mencari bahan pelajaran yang dibutuhkan, misalnya: Http://www.yahoo.com, atau www.google.com, dan lain sebagainya, selain itu juga ia bisa menjelaskan materi dengan menggunakan Maintenance berupa Infokus, laptop, dan sebagainya.[4]

Kesimpulan

Sains dan teknologi sangatlah penting bagi guru agama untuk maju dan berkembangnya ilmu dan pengetahuan dan Sumber Daya Manusia lainnya yang ada di Negara Indonesia ini. Karena selain bertambah ilmu pengetahuan guru juga bisa memperkaya materinya dengan bahan-bahan yang ada dilingkungannya. Selain itu ia juga bisa memanfaatkan internet untuk mencari bahan pelajaran yang dibutuhkan, misalnya: Http://www.yahoo.com, atau www.google.com, dan lain sebagainya, selain itu juga ia bisa menjelaskan materi dengan menggunakan Maintenance berupa Infokus, laptop, dan sebagainya.

Referensi

  1. Djojonegoro Ing-Wardiman, Dkk “IPTEK berwawasan Moral” IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pers: Juli 1997. Cet 1
  2. Rihlah Nuraida Nur Aulia “Character Building Guru PAI” Aulia Jakarta: 2008.
  3. Alim Sahirul “Menguak keterpaduan sains, teknologi dan Islam”. Titian Ilahi Pres. Yogyakarta: 1998. Cet 3


[1] Ing-Wardiman Djojonegoro, Dkk “IPTEK berwawasan Moral” h. 61

[2] Nuraida Rihlah Nur Aulia “Character Building Guru PAI” h. 95

[3] Sahirul Alim “Menguak keterpaduan sains, teknologi dan Islam” h. 72-73

[4] Nuraida Rihlah Nur Aulia “Character Building Guru PAI” h. 96


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: