Posted by: mudakir fauzi | December 23, 2009

PENDIDIKAN DISEKOLAH DAN PERUBAHAN SOSIAL

PENDAHULUAN

Sosiologi sebagai ilmu tentang tatanan sosial dan perubahan sosial. Sosiologi menghadapi perubahan dunia yang berlangsung cepat dengan kekurangan alat untuk memahaminya, ada tanda-tanda bahwa dipertengahan abad 20, karya-karya yang berbeda mengenai perubahan sosial mulai berkembang.

Perubahan sosial sering dibahas tanpa mendefinisikan konsepnya dan konsep perubahan sosial ini telah digunakan dengan berbagai cara oleh peniliti untuk menunjukkan segala sesuatu mulai dari perubahan sikap hingga evolusi historis dari masyarakat.

  1. A. MENJELASKAN PENDIDIKAN DISEKOLAH DAN PERUBAHAN SOSIAL
    1. 1. Pendidikan sekolah

Pendidikan berkenaan dengan perkembangan dan perubahan anak didik. Pendidikan bertalian dengan transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda. Pendidikan adalah proses mengajar dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan masyarakat.

Sistem pendidikan  sekolah adalah lembaga sosial yang turut menyumbang dalam proses sosialisasi individu agar menjadi anggota masyarakat yang diharapkan.

Sekolah selalu berhubungan dengan masyarakat, diluar mata pelajaran yang diajarkan sekolah berusaha menanamkan pengajaran nilai-nilai dan sikap berdasarkan kebudayaan mayoritas masyarakat setempat[1].

  1. 2. Pengertian Perubahan Sosial

Kebanyakan literatur tentang perubahan sosial dimulai tanpa mendefinisikan dengan jelas apa yang dimaksud dengan konsep perubahan itu. Perubahan sosial diperlukan seakan-akan mempunyai makna berupa fakta. Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti sangat luas.

Wilbert Moore misalnya, mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan penting dari struktur sosial dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola prilaku dan interaksi sosial.

Moore memasukan kedalam definisi perubahan sosial sebagai ekspresi  mengenai struktur seperti norma, nilai dan fenomena cultural[2].

Inti perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya termasuk didalam nilai-nilai, sikap dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

3. Pendidikan dan perubahan sosial

Kecepatan perubahan sosial dalam berbagai masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat terpencil berjalan lambat, akan tetapi bila dengan terbukanya komunikasi dan transportasi daerah itu berkenalan dengan dunia modern, maka masyarakat ini akan berkembang dengan lebih cepat.

Pendidikan berfungsi untuk menyampaikan, meneruskan atau mentransmisi kebudayaan, diantaranya nilai-nilai nenek moyang, kepada generasi muda. Dalam fungsi ini sekolah itu konserfativ dan berusaha mempertahankan status quo demi kestabilan politik, kesatuan dan persatuan bangsa. Disamping itu sekolah juga turut mendidik generasi muda agar hidup menyesuaikan diri sesuai dengan perubahan-perubahan yang cepat akibat ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini sekolah merupakan “agent of change”, lembaga pengubah. Sekolah mempunyai fungsi transformatif. Setidak-tidaknyasekolah harus dapat mengikuti laju perkembangan agar bangsa jangan ketinggalan dalam kemampuan dan pengethuan disbanding bangsa-bangsa lain. Untuk itu kurikulum harus senantiasa mengalami perubahan dan pembaharuan.

Bentuk-bentuk perubahan sosial dapat berupa:

  1. Perubahan evolusi dan revolusi
  2. Perubahan kecil atau terbatas dan menyeluruh atau besar-besaran
  3. Perubahan terancana atau dikehendaki dan yang tidak dikehendaki atau direncanakan.

Faktor-faktor penyebab perubahan sosial:

  1. Penemuan baru(Discovery)
  2. Bertambah atau berkurangnya penduduk.
  3. Terjadinya pemberontakan.
  4. Bertentangan dengan masyarakat.
  5. B.Tugas Sekolah dalam Mempersiapkan Tenaga Pembangunan

Bagi Negara-negara yang berkembang, pendidikan dipandang menjadi alat yang paling ampuh untuk menyiapkan tenaga produktif guna menopang proses pembangunan. Kekayaan alam hanya mengandung arti bila didukung oleh keahlian. Maka karena itu manusia merupakan sumber utama bagi negara.

Sepanjang desawarsa 60-an, dunia pendidikan memiliki andil besar dalam membantu proyek negara untuk bangkit melakukan pembangunan disegala bidang. Persekolahan dikala itu, menjadi pusat perhatian dan dambaan para perencana yang mengupayakan perubahan-perubahan besar, baik dalam bidang ekonomi dan sosial, menjadi pusat perhatian para politisi yang berusaha membangun semangat kebangsaan, serta menjadi kepentingan warga masyarakat yang berharap menemui peningkatan kesejahteraan hidupnya.

Diawal-awal dasawarsa 60-an ada suatu keyakinan kuat dari seluruh komponen masyarakat tentang urgensi lembaga pendidikan bagi proses modernisasi dan industrialisasi. Sistem pendidikan dipandang sebagai penghasil tenaga-tenaga terampil dan juga pengetahuan baru yang dibutuhkan bagi perkembangan teknologi dan ekonomi. Sistem pendidikan juga dianggap berandil besar dalam menanamkan disiplin, sikap motivasi sumber daya manusia guna menopang perkembangan industrialisasi. Dalam hubungan ini, modal manusiawi dianggap jauh melebihi pentingnya modal-modal fisik apapun juga; bahkan para ahli ekonomi yang agresif sampai menunjukkan perbedaan  signifikansi modal dalam wujud angka-angka presentase. Mereka-mereka ini memiliki keyakinan kuat bahwa orang-orang terdidik begitu produktif dalam melaksanakan tugas pekerjaan, tanggap terhadap tuntutan keterampilan baru, serta mampu menunjukan loyalitas yang lebih tinggi terhadap dunia pekerjaannya. Inilah salah satu bukti dari kiprah pendidikan di Indonesia pada waktu segenap rakyat dan lapisan masyarakat memiliki hajat besar untuk membangun negaranya.

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan:

  1. Inti perubahan sosial adalah faktor dinamika manusianya yang kreatif. Anggota masyarakat harus bersikap terbuka, bahkan dia secara kreatif menciptakan kondisi perubahan, terutama dibidang ekonomi dan pola hidup sehari-hari.
  2. Pendidikan berfungsi untuk menyampaikan, meneruskan agtau mentransmisi perubahan sosial disamping itu sekolah turut mendidik generasi muda agar hidup dan menyesuaikan diri dngan perubahan-perubahan yang cepat akibat ilmu pengetahuan dan teknologi.

[1] Nurdin M Amin, Abrori Ahmad, Mengerti Sosiologi, Jakarta: UIN Jakarta Press, hal. 81.

[2] Lauer, Robert, ,Perspektif tentang peubahan sosial, Jakarta: Renika Cipta. 1993, hal. 4.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: