CHARACTER BUILDING GURU PAI

التّقوى

PENDAHULUAN

takwaTakwa arti harfiah, takwa berarti: hati-hati, ingat, mawas diri dan waspada. Kata takwa tidak dapat diartikan sama dengan takut, kerna sifat takut itu lebih banyak bersifat benci. Pada persoalan takwa ialah segi hubungan manusia dengan tuhannya, dimana tidak boleh terdapat hubungan itu unsur benci walaupun sedikit.

Nurcholis Mdjid menjelaskan bahwa takwa merupakan serapan dari bahasa arab, yaitu takut pada tuhan, sikap menjaga diri dari perbuatan jahat, sikap patuh kepada kewajiban dan menjauhkan diri dari larangan.

Salah satu ciri-ciri orang yang bertakwa ialah jujur, melakukan shalat lima waktu, tidak berjudi, mengamalkan isi al-Qur’an, tidak melakukan korupsi dan masih banyak lagi ciri orang yang bertakwa.

Bagi setiap guru harus mempunyai sifat ketakwaan, yang mana takwa tersebut bukan hanya di depan murui-muridnya akan tetapi dimanapun ia berada tetap bertakwa karena sang maha pencipta selalu mengawasi dirinya. Jika seorang guru tidak mempunyai sifat ketakwaan maka yang akan dilakukan guru tersebut akan menyimpang dari ajaran agama. Seperti: guru tersebut akan melakukan apa yang dikehendaki oleh nafsu, contoh korupsi, zina dan lain sebagainya. Tidak heran jika kita sering mendengar atau membaca media masa bahwa ada seorang guru berbuat sewenang-wenang terhadap siswinya, yang menjdi penyebab guru tersebut berani melakukan hal tersebut di karenakan guru tersebut tidak mempunyai sifat takwa.

Oleh karenanya, saya pribadi yang merupakan calon guru PAI menyusun sebuah kegiatan menuju katekwaan yang tujuannya agar saya bisa menjadi guru yang bertakwa. Sya terus berdoa agar saya bisa menjadi orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dan mendapatkan ilmu yangmanfaat bagi diri saya pribadi khususnya dan bagi para pembaa umumnya.

Kegiatan ini saya bagi beberapa periode. Dalam sifat ketakwaan saya hanya dapat membagi 4 periode yang akan digambarkan secara tabel berikut ini:

PERIODE I

5 Desember 2008 s/d 10 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

Sab

Ming

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Bohong

Jujur

50%

2

Buang sampah sembarangan

Buang Sampah Pada Tempatnya

65%

3

Jarang puasa sunnah

Puasa Sunnah

65%

4

Jarang shadaqah

Shadaqah

50%

5

Shalat tdk tepat waktu

Shalat Tepat Waktu

50%

6

Jarang baca Qur’an

Baca Qur’an

50%

PERIODE II

12 Desember 2008 s/d 17 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

Sab

Ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Bohong

Jujur

50%

2

Buang sampah sembarangan

Buang sampah pada tempatnya

65%

3

Jarang puasa sunnah

Puasa sunnah

65%

4

Jarang shadaqah

Shadaqah

65%

5

Shalat tdk tepat waktu

Shalat tepat waktu

65%

6

Jarang baca Qur’an

Baca Qur’an

65%

PERIODE III

19 Desember 2008 s/d 24 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

Sab

Ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Bohong

Jujur

85%

2

Buang sampah sembarangan

Buang sampah pada tempatnya

85%

3

Jarang puasa sunnah

Puasa sunnah

85%

4

Jarang shadaqah

Shadaqah

85%

5

Shalat tdk tepat waktu

Shalat tepat waktu

85%

6

Jarang baca Qur’an

Baca Qur’an

60%

PERIODE IV

26 Desember 2008 s/d 31 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

Sab

Ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Bohong

Jujur

100%

2

Buang sampah sembarangan

Buang sampah pada tempatnya

100%

3

Jarang puasa sunnah

Puasa sunnah

100%

4

Jarang shadaqah

shadaqah

100%

5

Shalat tdk tepat waktu

Shalat tepat waktu

100%

6

Jarang baca Qur’an

Baca Qur’an

100%

Nb:   √ = malakukan dengan sempurna

– = melakukan tidak sempurna

Kesimpulan :

Dengan kegiatan tersebut saya pribadi mengalami banyak perubahan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Setiap periode saya mengalami peningkatan yang cukup sehingga saya akan berjanji akan melakukan kegiatan ini secara terus menerus bahkan akan saya akan memperbanyak lagi kegiatannya. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bu Nuraida yang telah memberikan amanat ini kepada saya sehingga saysa dapat melaksanakan dengan baik.

KEMATANGAN KEPRIBADIAN

A. Pendahuluan

Kepribadian merupakan suatu konsep yang sudah lama dibicarakan oleh para ahli. Allport (1960) berhasil mengumpulkan beberapa konsep tentang kepribadian dari beberapa bidang dan memformulasikan suatu definisi kepribadian. Menurut Allport, kepribadian adalah organisasi yang dinamis dalam individu yang mencakup system psikofsis yang menentukan penyesuaian diri yang unik terhadap lingkungannya.

Orang yang memiliki kematangan kepribadian tidak akan pernah sakit hati, karena hatinya tidak diizinkan untuk sakit akibat berbagai hal yang terjadi disekitarnya, disinilah pusat rasa aman yang sebenarnya, bukan pada lingkungan yang labil tetapi pada prinsip yang mantap. Dengan kematangan pribadi seorang tersebut mampu ke luar dari dalam diri untuk melihat dirinya sendiri dari luar, sehingga mampu bersikap bijaksana, adil dan terbuka pada dirinya dan orang lain. Dan juga akan menikmati hidup meski menurut ukuran mata fisik orang lain dalam kesengsaraan.

Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik pada masa kanak-kanak. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan ntensi-intensi ke masa depan, kepada peristiwa kontemporer dan peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali pada peristiwa-peristiwa kanak-kanak.

Oleh karena itu, saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Nuraida sebagai dosen Character Building yang telah memberikan tugas untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kematangan kepribadian. Kegiatan-kegiatan tersebut saya lakukan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT.

Dalam kegiatan ini saya bagi beberapa periode untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester (UAS). Namun kegiatan ini saya lakukan dengan hati yang sangat ikhlas karena kegiatan ini banyak manfaat bagi saya pribadi.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan digambarkan secara tabel berikut ini :

PERIODE I

5 Desember 2008 s/d 10 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

sab

ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Tertutup

Terbuka

35%

2

Cuek

Peduli

65%

3

Kasar kpd orang

Baik kpda orang

65%

4

Bersangka buruk

Bersangka baik

50%

5

Pendendam

Pemaaf

65%

6

Tidak disiplin

Disiplin

65%

PERIODE II

12 Desember 2008 s/d 17 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

sab

ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Tertutup

Terbuka

65%

2

Cuek

Peduli

85%

3

Kasar kpd orang

Baik kpda orang

85%

4

Bersangka buruk

Bersangka baik

65%

5

Pendendam

Pemaaf

85%

6

Tidak disiplin

Disiplin

85%

PERIODE III

19 Desember 2008 s/d 24 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

sab

ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Tertutup

Terbuka

100%

2

Cuek

Peduli

100%

3

Kasar kpd orang

Baik kpda orang

100%

4

Bersangka buruk

Bersangka baik

100%

5

Pendendam

Pemaaf

100%

6

Tidak disiplin

Disiplin

100%

Nb. √ = malakukan dengan sempurna

–   = melakukan tidak sempurna

Kesimpulan

Selama melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut saya merasa bahwa pada diri saya banyak perubahan. Pada awalnya saya merasa keberatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut karena belum terbiasa, namun pada akhirnya setelah lewat satu pekan saya tidak merasa keberatan karena kegiatan ini merupakan kebutuhan bagi saya apalagi pada periode terakhir alhamdulillah 100% saya dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan sempurna tanpa direkayasa karena kegiatan tersebut akan mendatangkan banyak manfaat didalam kehidupan saya yang akan menjadi seorang guru PAI.. Oleh karenanya saya sangat berterima kasih kepada bu Nuraida yang telah memberikan tugas ini kepada saya sehingga saya dapat melakukannya dengan hati yang tulus ikhla

KEMATANGAN INTELEKTUAL

Pendahuluan

diskusiIntelektual secara harfiah berasal dari bahasa Inggris “intellectual” termasuk adjective (kata sifat). Intelektual menurut AS Hornby et.al berarti: having or showing good reasoning power, menunjukkan kekuatan penalaran yang baik. Intelektual sebagai kata benda dalam bahasa Indonesia berarti cendekiawan. Sedangkan fungsi dalam kata sifat berarti intelektual, cerdik, cendekia,. Dilihat lebih luas: kata Intelektual dapat diartikan arif dalam bahasa Indonesia kata arif itu berarti cerdik, pandai, bijaksana, berilmu. Dalam bahasa arab, intelektual adalah orang yang berakal, orang yang mengetahui, berbudaya, akal pikiran.

Menurut istilah menurut George A. Theodorson dan Archiles G.Theodorson intelektual adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri kepada pengembangan gagasan orisinal dan terlibat dalam usaha-usaha`intelektual kreatif. Kaum intelektual merupakan sebuah segmen yang kreatif dari lapisan intellegensia. Dalam sumber yang lain dijelaskan bahwa intellegensi didefinisikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar dari pengalaman. Perkataan intellegensi berasal dari kata Intellegere yang berarti menggorganisasikan, menghubungkan, atau menyatukan dengan yang lain.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi intellegensi, sehingga terdapat perbedaan intellegensi seseorang dengan yang lainnya ialah pembawaan, kematangan, pembentukan, minat dan kebebasan.

Setelah dipahami dari definisi kematangan intelektual saya sebagai calon guru PAI harus memiliki intelektual yang tinggi serta wawasan yang luas sehingga dapat mendidik peserta didiknya dengan pengalaman yang dimiliki (belajar dari pengalaman). Oleh karenanya saya membuat semacam kegiatan yang bersifat kesadaran untuk menambah keintelektualan diri saya pribadi agar tidak ragu dalam menjawab segala pertanyaan yang akan di tanyakan oleh peserta didik saya nanti.

Didalam kegiatan ini saya hanya membagi dua periode yang mana dua periode hanya untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Character Building Guru PAI, tapi sebenarnya kegiatan ini akan saya lakukan secara rutin untuk masa depan saya pribadi. Kegiatan-kegiatan tersebut akan digambarkan secara tabel berikut ini :

PERIODE I

26 Desember 2008 s/d 31 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Menuju kegiatan

Jum

sab

ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Tidak baca buku

Baca buku

65%

2

Jarang ikut seminar

Seminar

65%

3

jarang ikut kajian

Ikut kajian

65%

4

Jarang buka internet

Buka internet

50%

5

Jarang meneliti

Meneliti

65%

6

Jarang hadir diskusi

Diskusi

65%

PERIODE II

2 Januari 2009 s/d 7 Januari 2009

No

Sebelum kegiatan

Kegiatan menuju

Jum

sab

ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Tidak baca buku

Baca buku

100%

2

Jarang ikut seminar

Seminar

35%

3

Jarang ikut kajian

Ikut kajian

50%

4

Jarang buka internet

Buka internet

85%

5

Jarang meneliti

Meneliti

50%

6

Jarang hadir diskusi

Diskusi

65%

Nb. √ = Malakukan Dengan Sempurna

= Melakukan Tidak Sempurna

Kesimpulan

Kematangan intelektual adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, karena dengan memiliki kematangan intelektual, seorang pendidik memiliki wawasan yang luas dalam proses pembelajaran dan dapat mengasah dan mengembangkan kemampuan dirinya dan siswanya. Selama saya melakukan kegiatan-kegiatan tersebut saya merasa percaya diri. Namun didalam tabel terutama dalam kegiatan seminar saya jarang mengikuti disebabkan dengan jadwal waktu kuliah yang bersamaan sehingga saya jarang mengikutinya, selain itu juga pada kegiatan diskusi, dikarenakan diskusi yang terjadwal adapun kegiatan yang akan datang saya akan mencoba membuat suatu komunitas untuk mengadakan diskusi dan kajian tentang suatu ilmu pengetahuan. Oleh karenanya saya mohon maaf karena dalam kematangan intelektual ini saya tidak mencapai 100%.

KEMATANGAN SOSIALISASI

Pendahuluan

sosialisasiPengertian sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahami. Pola sosialisasi mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi terdapat dua pola yaitu represif dan partisipatoris. Represif menekankan pada penggunaan hukuman, memakai materi dalam hukuman dan imbalan. Sedangkan sosialisasi yang berpola partisipatoris menekankan individu diberi imbalan jika berkelakuan baik. Sosialisasi yang berpola partisipatoris sesuai dengan ayat al-Qur’an surat Al-Isra ayat 7 yang Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Q.S. Al-Israa 17; 7)

Sebagai calon guru PAI harus mempunyai kepribadian yang bersosialisasi di lingkungan sekitar oleh karenanya saya membuat semacam kegiatan untuk meningkatkan sosialisasi di lingkungan dimana aku berada. Berhubung saya seorang pemula maka saya akan melakukan hanya dalam satu periode yang mana untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Character Building Guru PAI, walaupun dilakukan dalam satu periode namun dalam kehidupan sehari-hari insya Allah saya akan terus melakukannya secara rutin karena kegiatan ini sungguh menantang di dalam kehidupan saya pribadi.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan digambarkan secara tabel berikut ini :

PERIODE I

26 Desember 2008 s/d 31 Desember 2008

No

Sebelum kegiatan

Kegiatan menuju

Jum

sab

ahad

Sen

Sel

Rab

Ket

1

Tidak memahami orang lain

memahami orang lain

65%

2

Tidak peduli dengan orang lain

peduli dengan orang lain

100%

3

Tidak berbagi dengan orang lain

berbagi dengan orang lain

85%

4

Tidak ada rasa menolong dengan orang lain

rasa menolong dengan orang lain

85%

5

Tidak toleransi

toleransi

65%

6

Tidak tertib aturan.

tertib aturan.

65%

Nb. . √ = Malakukan Dengan Sempurna

= Melakukan Tidak Sempurna

Kesimpulan :

Selama saya melakukan segala kegiatan kematangan sosialisasi saya merasa nyaman hidup disekitar tempat tinggal saya. Saya merasa banyak teman dan interaksi sosial antara saya dengan masyarakat disekitar tempat saya tinggal. Saya menyadari bahwa sosialisasi sangat diperlukan bagi setiap guru PAI dikarenakan guru PAI harus mempunyai jiwa yang suka menolong dengan orang lain bahkan dengan orang yang tidak dikenalpun, jika seorang guru tidak mempunyai sifat sosialisasi maka guru tersebut akan dikucilkan dengan masyarakat disekitarnya. Oleh karenanya saya sangat berterima kasih kepada Bu Nuraida yang telah memberikan tugas ini kepada saya.

Responses

  1. bagus juga hasil karyamu

    kembangkan lagi biar jadi lebih bagus

    salam pergerakan

  2. bagus jg jii…

  3. salam pergerakan

  4. Oji…..
    isi pelajaran lain dalam blogmu dalam bahasa Inggris

  5. maksudnya apa bu?

  6. dzy..photomu ora nguati
    koyo kethek sing ngemut rokok!

  7. salam pergerakan
    dzakir blog-a kurang rame dikasih pecahan piring dunk biar rame…….ehhh…ehhhhh
    maju terus ya kir
    kembangkan trus kreatifitasmu………..
    teruslah bergerak
    wassalamualaikum

  8. Pinterrr……..
    teruslah berkarya…. jangan berhenti di tengah jalan.
    kembangkan kreativitasmu……
    tapi………..
    ……………………..

  9. tolong…..
    mendingan di delete semuanya yah….
    maksudnya….
    gambarnya…..
    masa ketek ngudud……….

  10. hy

  11. pa kabar

  12. ka, karyanya baguss bangett…
    gimana si caranya??
    boleh minta ajarin ga??

  13. bagu……………..

  14. kak pinjem formatnya yak????
    ckckckckck
    langsung gw copy yak, cox udah mepet negh
    maap yak, mudah2an diizinin

  15. terima kasih atas artikel anda

  16. kak,aq dari lampung kakak bisa gak jadi temen sharing aq,aq sekarang lagi ngambil S2,

  17. hm,, bgus jg zie karyanya..
    keren !!!!

  18. SOBAT BOLEH DAN IZINKAN NGOPI PASTE KARYAMU TUK BACAANKU KARYAANDA BOLEH JUGA…..HE..HE…HE….

  19. tetap semangat

  20. pa dzakir hebat,moga dapat balasan dari Allah aminnnn,,pak ajarin untuk bikin karya seperti bapak dong,aku pengen lebih baik di masa mendatang,,,biar ada perubahan dalam kehidupan ini,,,,bls yah pak

  21. perubahan yang paling mendasar datang pada diri sendiri. membuat karya tak menjamin akan sukses jika karya itu hanya disimpan. semoga sukses dan salam kenal.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: